Semakin ketatnya regulasi emisi dan tingginya pajak untuk mobil dengan mesin berkapasitas besar, tidak ada masa depan yang cerah untuk mobil performa tinggi yang masih menggunakan mesin konvensional. Contohnya saja Hyundai yang baru saja mengakhiri i20 N dan i30 N di pasar Eropa. Namun, rupanya masih ada secercah harapan untuk mobil performa tinggi yang mempertahankan mesin konvensional.
Dilansir Motor1, Albert Biermann selaku Executive Technical Advisor Hyundai berbicara soal masa depan mobil performa tinggi kepada majalah Drive. Albert mengatakan soal potensi hybrid powertrain di masa mendatang. Albert yang juga berperan terciptanya divisi N mengiyakan sedang mengembangkan sistem hybrid yang kencang. Bukan hanya untuk Hyundai saja, bahkan dipersiapkan untuk merek mewah Genesis.
Potensi Hyundai Elantra N Hybrid
Albert mengatakan Elantra N bisa menjadi salah satu opsi. Meskipun tidak mengiyakan, Albert mengakui secara teknik mungkin untuk disematkan sistem elektrifikasi. Sebelumnya Hyundai mengonfirmasi model generasi selanjutnya masih menggunakan mesin bensin, kemungkinan kapasitas mesinnya akan ditingkatkan menjadi 2,5 liter turbo.
Saat ini Elantra N memiliki tenaga 276 hp, sedangkan mesin bertenaga 290 hp disematkan di Sonata N Live, dan mesin 300 hp untuk Genesis G70. Jika disematkan sistem elektrifikasi tentu tenaganya akan semakin melimpah.
Hyundai sendiri sudah menerapkan sistem elektrifikasi pada mobil berperforma tinggi dengan meluncurkan Ioniq 5 N beberapa waktu lalu. Bahkan, Hyundai disebut-sebut sedang mempersiapkan Ioniq 6 N sedan.
Pabrikan lain seperti Toyota memiliki ide berbeda soal mobil performa tinggi bermesin konvensional. Toyota percaya bisa menggunakan hydrogen untuk menggantikan bensin, hal tersebut sudah diuji pada GR Yaris dan GR Corolla di sirkuit.

