Kabar duka menyelimuti dunia otomotif Indonesia. Wibowo Santosa, yang akrab disapa Bowo, seorang maestro velg aftermarket dan figur penting di dunia modifikasi sejak era 1990-an, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa siang (24/12/2024).
Dilansir NMAA.co.id, kabar kepergian Bowo, pemilik Permaisuri Ban, diterima oleh redaksi NMAA.co.id sekitar pukul 14.30 WIB kemarin melalui pesan WhatsApp.
Berita ini segera dikonfirmasi melalui asisten Bowo, Eric dan Parto, yang membenarkan kabar tersebut sambil meminta doa untuk mendiang. Mereka menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika Bowo dan keluarganya sedang berlibur di Bali. Berdasarkan informasi yang beredar di berbagai grup, Bowo mengalami kecelakaan saat bermain jetski di pantai Hotel Kempinski, Nusa Dua, Bali. Insiden ini terjadi karena jetski-nya tergulung ombak tinggi. Dalam peristiwa tersebut, Bowo dikabarkan mengorbankan diri untuk menyelamatkan anaknya yang berhasil selamat.
Jenazah Bowo kini berada di RS Siloam Bali dan dijadwalkan diterbangkan ke Jakarta pada Rabu (25/12/2024) untuk disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit.
Kabar ini mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan-rekannya yang mengenal sosok Bowo sebagai pribadi rendah hati, ceria, dan berdedikasi tinggi. Selama puluhan tahun, Bowo dikenal sebagai pionir dalam dunia velg aftermarket, mengedepankan kualitas, estetika, dan keselamatan.
Selain sukses dalam bisnis, Bowo juga berkontribusi dalam pengembangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk bidang modifikasi roda empat dan roda dua, khususnya dalam aspek kaki-kaki. Pengalamannya selama puluhan tahun menjadikan Bowo sosok yang dihormati di industri ini.
Selamat jalan, Bowo. Karya dan dedikasimu akan terus menjadi inspirasi dalam industri modifikasi Indonesia. Semoga segala kebaikan yang telah kamu tanamkan menjadi warisan yang abadi.

