Toyota merupakan salah satu pabrikan otomotif yang menjual mobil listrik menggunakan hidrogen. Salah satunya adalah Toyota Mirai, Mirai sendiri memiliki arti masa depan. Bisa dibilang Toyota menaruh harapan besar dengan menjual mobil listrik hidrogen pertamanya.
Dilansir Insideevs, rupanya rencana Toyota tidak berjalan mulus. Para pemiliknya merasakan Mirai tidak sesuai dengan ekspektasi. Berbagai hal yang membuat konsumen Mirai dirugikan karena infrastruktur tidak memadai, depresiasi harga, bahkan pengguna Mirai ingin mobilnya dibeli kembali oleh Toyota, dan ada juga yang mengajukan gugatan.
“ Tidak ada lagi stasiun pengisian hidrogen yang tersedia di San Fransisco di tempat saya tinggal. Toyota terus menjual mobilnya. Bagaimana ini bisa diterima? Selain stasiun hidrogen di selatan San Fransisco, stasiun terdekat berjarak 64 km ke arah Sunnyvale atau 24 km melewati tol dengan membayar tol Rp 142 ribu atau Rp 113 ribu, belum termasuk terjebak macet, habis waktu, dan hambur bahan bakar. Meskipun aplikasi dalam Mirai menyebutkan hidrogen tersedia, itu tidak sepenuhnya benar,” ungkap Shawn, salah satu pemilik Mirai berbicara ke InsideEVs.
Sudah menjadi hal biasa pemilik Mirai menghadapi stasiun pengisan hidrogen yang tutup, bisa disebabkan oleh perbaikan atau menunggu kiriman hidrogen.
Respons Toyota
Kepada InsideEVs, Toyota mengaku sudah menyadari permasalahan ini dan sedang berusaha untuk mencari solusinya. Toyota mengatakan konsumen Mirai yang terdampak bisa mengakses laman Hydrogen Fuel Cell Partnership atau menghubungi Brand Engagement Center. “ Kami akan terus bekerja sama dengan konsumen Mirai agar menyelesaikan permasalahan. Kami berkomitmen bekerja sama dengan stakeholder untuk mendukung infrastruktur pengisian hidrogen di California sekarang dan masa depan,” ungkap juru bicara Toyota.

