Salah satu hal yang masih menjadi permasalahan kendaraan listrik di Indonesia adalah tempat pengisian baterai atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) masih belum tersebar merata. Kehadiran SPKLU pun belum bisa menyamai dengan jumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).
Bagi pengguna mobil listrik yang memiliki ruang garasi memadai, pengisian yang didiamkan selama satu malam bukanlah masalah. Tinggal pasang charger mobil ke soket sumber listrik, maka tak perlu repot-repot mencari SPKLU. Lain halnya dengan dengan pemilik garasi kecil yang sempit, atau bagi seseorang yang tinggal di tempat yang tak memungkinkan untuk mengisi mobil listrik, misalkan saja penghuni apartemen.
Dilansir Jalopnik, perusahaan startup bernama VoltpostĀ ingin mendatangkan pengecasan kendaraan listrik ke jalanan. Bagi pengguna mobil listrik di dalam kota, sengaja datang ke SPKLU dalam seminggu sekali untuk mengisi baterai mungkin terasa kurang praktis. Akan lebih menyenangkan jika mobil bisa diisi saat parkir sedang makan siangĀ atau ketika nongkrong di kafe favorit, dengan posisi mobil dekat dengan tiang lampu.
Tiang lampu memang tersedia di mana saja, bahkan sudah terhubung dengan jalur listrik. Voltpost memiliki ide unik dengan memanfaatkan tiang lampu sudah ada dipasangkan dengan charger conversion kit.
Solusi untuk Pemilik Kendaraan Listrik
Alat khusus Voltpost bisa dipasangkan kepada tiang listrik yang sudah ada, serta memiliki kemampuan untuk mengisi baterai dua atau empat kendaraan listrik dengan kecepatan tingkat 2. Kecepatan ini memang tidak akan membuat baterai penuh dalam hitungan satu jam, namun pengecasan dalam waktu satu malam sudah cukup memenuhi kebutuhan.
Voltpost mengklaim dapat memasang charger dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga instalasi bisa dilakukan secara masif dalam waktu cepat.

