Ketika membeli kendaraan dari produsen mobil mewah, konsumen mengharapkan kualitas terbaik dan komponen asli—sesuatu yang menjadi bagian dari harga yang dibayarkan. Namun, pelanggan Volvo di Tiongkok dikejutkan dengan temuan bahwa mobil mereka ternyata dilengkapi dengan speaker palsu.
Dilansir Carscoops, masalah ini pertama kali terungkap ketika pemilik Volvo S60 menerima tambahan perlengkapan sebagai hadiah promosi dari dealer. Saat membandingkan mobilnya dengan model lain, ia menemukan kejanggalan di bagian interior.
Menurut media lokal Sohu, speaker dalam kendaraan tersebut memiliki label “Bowers & VVilkins” (dengan dua huruf “V” menggantikan “W”), yang menandakan bahwa sistem audio 15-speaker asli Bowers & Wilkins tidak terpasang. Selain itu, tuas persneling kristal tidak memiliki fitur pencahayaan seperti yang seharusnya ada di model premium Volvo.
Ketika pelanggan mengajukan keluhan, dealer menolak mengganti komponen, dengan alasan bahwa speaker tetap berkualitas tinggi. Permasalahan semakin rumit karena tenaga penjual tidak bisa membedakan perbedaan ejaan pada label speaker.
Kasus ini mendapat perhatian luas setelah dibagikan di media sosial. Beberapa pemilik Volvo di Tiongkok menemukan speaker dengan label “Bowers & VVilkins” atau bahkan “Bovvers & Wilkins” di mobil mereka, memunculkan dugaan bahwa produk palsu sengaja dipasang.
Sebagai respons, Volvo Tiongkok mengeluarkan pernyataan resmi, menegaskan komitmen terhadap transparansi dan perlindungan hak pelanggan. Mereka menyatakan telah melakukan investigasi menyeluruh serta berjanji memperketat pengawasan terhadap dealer resmi.

