Kei car adalah salah satu ciri khas unik industri otomotif Jepang. Mobil kecil ini mencerminkan bagaimana Jepang memanfaatkan ruang dengan efisien—berukuran mungil, fungsional, dan sering kali memiliki desain unik. Namun, apa sebenarnya yang membuat mobil disebut Kei car, dan mengapa konsep ini tidak banyak diadopsi di negara lain?
Dilansir Carthrottle, tidak semua mobil kecil dari Jepang bisa disebut Kei car. Ada regulasi khusus yang harus dipenuhi. Sejak aturan terakhir diberlakukan pada 1998, Kei car harus memiliki panjang maksimal 3,4 meter, lebar 1,48 meter, dan tinggi 2 meter. Kapasitas mesinnya tidak boleh lebih dari 660cc, dengan batas tenaga tidak resmi sebesar 63 hp berdasarkan kesepakatan industri.
Selain ukuran yang pas untuk kota-kota sempit, Kei car juga mendapat keuntungan pajak. Pajak pembelian dan biaya operasionalnya lebih murah dibanding mobil biasa. Uniknya, pemilik Kei car tidak perlu menunjukkan bukti kepemilikan tempat parkir, berbeda dengan mobil konvensional di Jepang.
Kei car sebenarnya adalah konsep yang cerdas, tetapi sulit diterapkan di negara lain. Salah satu kendalanya adalah tren konsumen di dunia Barat yang lebih menyukai mobil besar dan bertenaga. Selain itu, faktor keselamatan juga menjadi perhatian. Meskipun Kei car modern lebih aman dari generasi sebelumnya, ukurannya yang kecil tetap membuatnya kurang ideal saat berbagi jalan dengan SUV dan crossover besar yang mendominasi pasar saat ini.

