NHTSA Peringatkan Bahaya ‘Airbag Maut’ Asal Tiongkok, 10 Orang Dilaporkan Tewas

airbagairbag

WASHINGTON D.C. – Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) secara resmi mengeluarkan peringatan keras terkait cacat produksi pada inflator kantong udara (airbag) yang diproduksi oleh perusahaan asal Tiongkok, Jilin Province Detiannuo Safety Technology Co., Ltd (DTN).

Komponen tersebut dinyatakan cacat dan sangat berbahaya bagi keselamatan setelah dilaporkan memicu 12 insiden ledakan. Tragedi ini telah merenggut 10 nyawa dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka berat.

Masuk Secara Ilegal dan Berisiko Meledak

Dilansir Carscoops, pihak berwenang AS mengungkapkan bahwa ribuan airbag ini masuk ke pasar Amerika melalui importir yang tidak teridentifikasi dan diduga kuat melalui jalur ilegal. NHTSA kini tengah mempertimbangkan larangan penjualan permanen terhadap produk DTN tersebut.

Dalam keterangannya, pemerintah menjelaskan bahwa inflator airbag berkualitas rendah ini dapat meledak secara abnormal saat terjadi kecelakaan. Bukannya melindungi, perangkat ini justru melontarkan pecahan logam tajam ke arah dada, leher, hingga wajah pengemudi.

“Penyelidikan awal kami terhadap penggunaan airbag ilegal asal Tiongkok di bengkel-bengkel menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Suku cadang di bawah standar ini telah membunuh keluarga di Amerika,” ujar Sekretaris Transportasi AS, Sean Duffy.

Menyasar Mobil Bekas Kecelakaan

Sejauh ini, seluruh insiden fatal tercatat terjadi pada model Chevrolet Malibu dan Hyundai Sonata. Namun, otoritas tidak menutup kemungkinan bahwa risiko serupa juga mengancam model kendaraan lain.

Investigasi menunjukkan adanya pola di mana bengkel perbaikan menggunakan airbag DTN untuk menekan biaya pada mobil-mobil berstatus salvage (bekas kecelakaan parah). Hal ini mengakibatkan pengemudi tewas dalam kecelakaan yang seharusnya masih bisa selamat (survivable crashes).

Imbauan bagi Pemilik Kendaraan

NHTSA mendesak para pemilik mobil bekas, terutama yang kendaraannya pernah mengalami kecelakaan dan melakukan penggantian airbag sejak tahun 2020, untuk segera:

  1. Melakukan Inspeksi: Memastikan airbag yang terpasang adalah komponen orisinal dan bukan produk DTN.

  2. Larangan Mengemudi: Jika ditemukan inflator merek DTN, kendaraan diminta untuk tidak dijalankan hingga komponen diganti.

  3. Laporan Pidana: Warga didorong untuk melapor ke kantor lapangan FBI terdekat jika menemukan peredaran komponen ilegal ini.

Gelombang Gugatan Hukum

Seiring dengan penetapan status cacat produksi ini, gelombang gugatan hukum mulai bermunculan. Andrew Parker Felix, pengacara dari firma Morgan & Morgan yang menangani tiga kasus terkait, menyebut perangkat ini tidak ubahnya seperti “granat” di dalam kabin.

“Dalam setiap kasus yang kami tangani, benturan yang terjadi seharusnya tidak mematikan. Namun, inflator airbag tersebut diduga bekerja seperti granat, mengubah alat penyelamat nyawa menjadi vonis mati bagi pengemudinya,” tegas Felix.

NHTSA kini membuka periode komentar publik sebelum mengeluarkan keputusan final yang dapat berujung pada pelarangan total seluruh produk inflator DTN di wilayah hukum Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *