Penjualan Lesu, Mercedes Pangkas Produksi 2 Mobil Mewah

Merek Jerman Mercedes Pangkas Produksi 2 Mobil MewahMercedes-Benz Pangkas Produksi 2 Mobil Mewah

Mercedes-Benz akan memangkas produksi dua sedan mewahnya, yaitu S-Class dan EQS. Keputusan ini harus diambil karena turunnya permintaan dari konsumen.

Dilansir Carscoops, pabrikan asal Jerman ini mengonfirmasi adanya pengurangan shift kerja, dari dua menjadi satu di Factory 56, Sindelfingen.

“ Kami selalu mengoptimalkan jaringan produksi kami dan bereaksi terhadap berbagai kondisi agar tetap kompetitif. Kami melakukan penyesuaian di pabrik Sindelfingen,” ungkap Mercedes dalam semua keterangan resmi.

Penjualan S-Class turun 22% selama semester pertama tahun 2024. Belum diketahui secara pasti bagaimana Mercedes akan memberikan kompensasi kepada karyawannya jika terjadi perubahan di pabrik.

Factory 56 bertanggung jawab untuk membuat S-Class dan EQS, tidak menutup kemungkinan Mercedes akan menerapkan dua shift lagi pada masa mendatang.

Konsumen yang berminat meminang S-Class bisa saja menahan diri untuk menunggu peluncuran model terbaru yang diperkirakan akan diperkenalkan pada tahun depan.

Kabarnya, S-Class model 2026 didesain lebih sporty berkat headlight anyar dan LED Daytime Running Light berbentuk bintang.

Mercedes-Benz Bakal Kucurkan Banyak Dana untuk Pengembangan Mesin Bensin

Mercedes-Benz kini siap berinvestasi lagi untuk pengembangan mesin bensin, sebelumnya perusahaan asal Jerman tersebut terlihat begitu berambisi dengan mobil listrik.

Dilansir Motor1, hal tersebut disampaikan langsung oleh Ola Kallenius selaku CEO Mercedes-Benz. Kepada Wirtschaftswoche, Ola mengaku teknologi ICE (Internal Combustion Engine) masih bertahan hingga 2030-an. Untuk memastikan mesin bensin sanggup memenuhi regulasi yang semakin ketat, Tahun ini saja Mercedes mengeluarkan dana 15 miliar rupiah untuk divisi mobil penumpang saja.

Dana tersebut dihabiskan untuk pengembangan pembakaran berteknologi tinggi, serta elektrifikasi dan digitalisasi. Belum diketahui berapa dana pastinya Mercedes menghabiskan dana untuk pengembangan ICE, yang pasti lebih banyak dari yang direncanakan sebelumnya.

Investasi Mesin Bensin Mercedes

Ola menyebutkan bocoran soal S-Class dan model lainnya yang akan mendapatkan pembaruan pada 2026. “Kami investasi lebih banyak di pembaruan model pada mesin bensin S-Class dibanding facelift biasa. Tujuan dari Mercedes adalah mencapai tingkat teknologi tertinggi,” ungkap Ola. “Tanpa menghabiskan dana untuk pengembangan mesin konvensional, bisnis Mercedes bisa terhambat pada 2027 atau 2028,” tambah Ola.

Regulasi yang dimaksud adalah Euro 7 atau regulasi China 7 yang membuat mesin harus memiliki emisi lebih bersih. Mercedes mengakui mesin di masa depan akan mengadopsi elektrifikasi sampai batas tertentu, sehingga akan semakin banyak pilihan hybrid nantinya.

Proses transisi ke kendaraan elektrik tidak berjalan mulus. Tiga tahun lalu, Mercedes menyebutkan 50 persen penjualan tahunan pada 2025 didominasi oleh plug-in hybrid dan listrik sepenuhnya. Namun, hal tersebut sepertinya tidak akan tercapai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *