Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan wholesales mobil pada tahun 2024 di angka 1,1 juta unit. Angka tersebut lebih tinggi 10 persen dibandingkan dengan realisasi angka pada tahun 2023.
Dilansir laman Stockbit, Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia memprediksi mobil listrik akan menyumbang penjualan 15 hingga 18 persen.
Angka Penjualan Mobil Turun
Namun, angka penjualan dari mayoritas jenama roda empat mengalami penurunan, sehingga penjualan wholesales Januari 2024 berada di angka 69.619 unit, turun -18,4% MoM dan -26,1% YoY.
Jongkie Sugiarto selaku Ketua I Gaikindo menjelaskan bahwa berbagai faktor menjadi menyebab turunnya penjualan pada Januari 2024. Kepada Stockbit, Jongkie mengatakan turunnya penjualan disebabkan oleh semakin ketatnya approval leasing, faktor lainnya calon pembeli menunggu hasil pemilu.
Konsumen Menunggu Mobil Baru
Tim Stockbit menilai adanya faktor konsumen menunggu peluncuran mobil listrik dari merek baru di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024, seperti VinFast dan BYD. Hal lain yang yang perlu diantisipasi adalah sulitnya mencapai target 1,1 juta unit jika tren penjualan seperti ini berlanjut.
Selama Januari 2024, hanya Hyundai (+3,3% MoM) dan Daihatsu (+12,2% MoM) yang mencatatkan kenaikan angka penjualan. Namun, keduanya mengalami penurunan penjualan tahunan, yaitu -26,2% YoY (Daihatsu) dan 21,1% YoY (Hyundai).
Penjualan Astra International Turun pada Januari 2024
Sementara itu, market share Astra Internasional sebesar 54,6 persen, lebih rendah dibandingkan Desember 2023 yang berada di 55,9%, namun lebih tinggi jika dibandingkan dengan Januari 2023 dengan persentase (53,8%). Penjualan Astra International mengalami penurunan, -20,3% MoM dan -25,2% YoY. Angka wholesales-nya sebesar 37.984 unit pada Januari 2024.

