Upaya Pemerintah Prefektur Kanagawa untuk mencegah aksi drifting ilegal di Yabitsu Pass, Hadano, mendapat perlawanan. Perangkat keselamatan baru yang dipasang pada Senin (24/3) berupa paku jalan reflektif di Rute 70, rusak hanya dalam hitungan jam setelah proyek rampung keesokan harinya.
Dilansir essential-japan, paku-paku ini dipasang di tengah jalan untuk menciptakan getaran saat dilindas kendaraan, sehingga mengganggu manuver drifting. Sayangnya, pada Rabu pagi (26/3), otoritas menemukan sepertiga dari paku tersebut telah dirusak secara sengaja—beberapa bahkan dicabut dari dasar jalan dan dibuang di sekitar lokasi. Total kerugian ditaksir mencapai 130 ribu yen atau sekitar Rp 13 juta.
Menanggapi kejadian ini, Pemprov Kanagawa langsung mengecam keras tindakan vandalisme tersebut dan berencana melapor ke polisi serta meningkatkan pengawasan, termasuk menambah patroli dan memasang CCTV di area rawan.
Yabitsu Pass memang dikenal sebagai “tanah suci” bagi para drifter. Jalur pegunungan ini bahkan muncul di anime legendaris Initial D, yang memperkenalkan budaya drifting Jepang ke dunia. Tak heran jika lokasi ini terus menarik pelaku balap liar, meski berkali-kali dilakukan kampanye edukatif oleh komunitas dan polisi.
Meski para drifter mengklaim aksi mereka aman karena sistem penjagaan dan koordinasi, perusakan terhadap perangkat keselamatan jelas menjadi tantangan baru bagi pihak berwenang. Pemasangan ulang telah direncanakan, menandai babak baru dari tarik ulur antara penggemar drifting dan pemerintah.

