Istilah hot hatch umumnya identik dengan mobil mungil bermesin kencang, penggerak roda dua, dan lincah. Akan tetapi, Sbarro Super Eight menciptakan definisinya sendiri karena menyematkan mesin Ferrari V8 pada bagian tengah sasis.
Dilansir Carscoops, mobil yang dirancang oleh Franco Sbarro diluncurkan pertama kali di Geneva Motor Show 1984. Alih-alih menggunakan mesin depan atau penggerak depan seperti biasanya, Super Eight dibekali mesin V8 2.9 liter naturally aspirated milik Ferrari 308, dipasang di bagian tengah kendaraan. Dengan konfigurasi ini, Super Eight menjelma menjadi salah satu hot hatch paling ikonis dan tidak biasa sepanjang sejarah.
Super Eight merupakan kelanjutan dari proyek Sbarro sebelumnya yang lebih ekstrem, yakni Super Twelve, sebuah mobil dengan dua mesin Kawasaki yang digabungkan untuk menghasilkan konfigurasi inline-12. Untuk Super Eight, Sbarro menggunakan rangka Ferrari 308 GTB yang diperpendek dan dipadukan dengan bodi berbahan fiberglass khusus. Mobil ini memiliki desain kompak dengan dimensi lebar, dibalut warna merah mencolok, dan dilengkapi velg BBS 15 inci dengan palang berlapis emas yang menambah kesan eksklusif.
Hot Hatch Bermesin Ferrari

Meski hanya ada satu unit Super Eight yang pernah dibuat, perhatian Sbarro terhadap detail tetap luar biasa, termasuk pada bagian interiornya. Kabin mobil ini dihiasi kulit cokelat dengan aksen kayu, dilengkapi setir Momo tiga palang, serta panel instrumen kustom. Interior ini menghadirkan kesan mewah yang jarang ditemukan pada mobil hot hatch.

Mesin Ferrari V8 yang digunakan mampu menghasilkan tenaga 240 hp dan dipadukan dengan transmisi manual lima percepatan yang menyalurkan tenaga ke roda belakang. Selain itu, sejumlah komponen dari Ferrari 308, seperti sistem rem dan suspensi independen double wishbone, tetap dipertahankan untuk menjaga performa berkendara.

