PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjalankan program Clean Up The World ke-12 dengan menyelenggarakan aksi bersih-bersih pantai di Pulau Bunaken, Sulawesi Utara. Program ini mengajak 120 pelajar SD/SMP membersihkan wilayah pantai sekitar Dermaga Bunaken (13/06).
“Seiring dengan berkembangnya industri maritim dan pariwisata perairan di wilayah Sulawesi Utara, sekaligus sebagai salah satu pasar OBM Suzuki yang besar, kami melihat perlunya Suzuki untuk turut terlibat dalam meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga ekosistem perairannya, yang dapat dimulai dari kebersihan pantai. Besar harapan kami kebiasaan baik dan edukasi yang dibangun lewat program Clean Up The World ini dapat terus dilestarikan oleh masyarakat setempat,” ujar Aceng Ulumudin selaku Suzuki Marine Dept. Head PT SIS.
Selain 120 pelajar dari SDN 01 Bunaken dan SMPN 12, kegiatan aksi sosial ini turut diikuti oleh Presiden Direktur Suzuki Indonesia, beserta dengan General Manager Strategic Planning, Departemen Marine, divisi Marine dari Suzuki Motor Corporation (SMC), pemilik dealer Suzuki Marine dari seluruh Indonesia.
Sebagai sarana menuju ke lokasi, sebagian peserta berangkat bersama dari Manado Bay menggunakan kapal yang dimotori oleh mesin tempel kapal Suzuki DF115B dan DF325A.
Suzuki Berikan Edukasi Soal Bahaya Sampah
Suzuki juga mengedukasi masyarakat setempat tentang bahaya sampah, khususnya sampah plastik bagi laut, serta cara untuk menjaga kelestarian wilayah pantai dan perairan di Bunaken. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan sampah di pantai dengan luas 4.000 m2 selama satu jam. Dari kegiatan ini, Suzuki mencatatkan pengumpulan sampah dari pantai dan wilayah sekitarnya lebih dari 120 kg yang terdiri dari plastik, tali, styrofoam, botol, karet, dan lainnya.
Selanjutnya Suzuki mengajak masyarakat untuk menyaksikan proses sortir sampah, dimana seluruh sampah yang terkumpul dipilah menjadi dua kategori yaitu sampah kering, yang nantinya akan disortir dan diangkut ke fasilitas pengolahan di Pulau Bunaken untuk di proses pressing dan packing kemudian dibawa ke pusat pengolahan sampah Kota Manado, serta sampah basah yang nantinya akan dibakar di fasilitas khusus di Pulau Bunaken.

