Honda dan Nissan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengeksplorasi integrasi kedua perusahaan ke dalam satu perusahaan induk baru. Jika semua berjalan lancar, perusahaan tersebut dijadwalkan meluncur pada 2026.
Berbicara di CES 2025 di Las Vegas, Ketua Toyota, Akio Toyoda, menegaskan bahwa perusahaannya tidak terlibat dalam pembicaraan soal merger tersebut.
“[Nissan] tidak pernah mendekati Toyota untuk membahas merger,” kata Toyoda melalui seorang penerjemah. “Tetapi meskipun mereka mempertimbangkannya, itu akan melanggar undang-undang antimonopoli. Jadi mungkin mereka sempat memikirkannya, tetapi memutuskan untuk tidak melanjutkan karena alasan itu.”
Dilansir InsideEVs, Toyoda mengisyaratkan bahwa pemerintah Jepang dan mungkin juga pemerintah di negara-negara lain tempat perusahaan-perusahaan global ini beroperasi akan menentang penyatuan dua pesaing langsung yang selama ini memiliki ukuran dan cakupan serupa. Sebagai gantinya, Nissan dan Honda direncanakan memulai pembicaraan merger tahun ini, dengan target penggabungan penuh pada akhir musim panas 2026.
Tanggapan Mantan CEO Toyota
Mantan CEO Toyota ini juga membahas gelombang konsolidasi yang melanda industri otomotif Jepang di tengah peralihan ke kendaraan listrik dan berbasis perangkat lunak, sementara industri otomotif China terus melaju pesat.
“Kalau saya tahu apa yang akan terjadi ke depan, mungkin saya akan menjadi sangat kaya dengan membuat beberapa investasi,” canda Toyoda. “Namun, masa depan yang kita hadapi masih belum jelas. Ini adalah era yang sangat menarik dan penuh tantangan untuk berada di dunia manajemen.”

