Begini Nasib Mesin Mobil yang Mengalami Overheat

Begini Nasib Mesin Mobil yang Mengalami OverheatBegini Nasib Mesin Mobil yang Mengalami Overheat (Motor1)

Cairan radiator coolant dan oli mesin seharusnya tidak boleh tercampur dalam kondisi apapun. Coolant akan menghilangkan daya lubrikasi oli, dengan kata lain membuat mesin mobil tidak bisa bekerja sama sekali.

Dilansir Carscoops, tercampurnya oli mesin dan radiator coolant terjadi pada mesin 3,0 liter turbocharger Audi V6 yang tergolong masih baru, karena tersemat pada S5 2022.

Nasib mesin tersebut kini menjadi seonggok besi yang dipenuhi oleh campuran oli dan coolant seperti susu coklat. Mesin yang berumur relatif muda tersebut tidak mengalami kerusakan yang parah, belum diketahui secara pasti jarak tempuh secara keseluruhan.

Berdasarkan video yang diunggah akun I Do Cars, berbagai komponen dapat dilepas dengan mudah. Beragam komponen belum terlalu aus, seperti dinding silinder masih terlihat layak pakai.

Penyebab Mesin Mobil Rusak

Lantas kenapa mesin ini bisa mengalami kerusakan? Dalam keterangan video, jalur pendingin untuk coolant bermasalah, coolant tercampur dengan oli mesin. Mesin mengalami overheat yang mengakibatkan kepala silinder rusak.

Blok mesin bagian atas bisa saja mengalami hal masalah akibat rusaknya kepala silinder. Secara keseluruhan mesin ini masih bisa diperbaiki, namun pemilik mobil rupanya lebih memilih untuk mengganti mesin secara keseluruhan.

Berdasarkan keterangan video, penggantian mesin tidak termasuk dalam garansi. Audi menolak klaim garansi karena mesin rusak akibat overheat. Pemilik mobil pun harus merogoh kocek sebesar Rp 480 jutaan.

Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi pemilik mobil, jika indikator overheat menyala, sebaiknya segera menepi dan menelepon pihak bengkel atau towing untuk mencegah kerusakan fatal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *