Jangan Sembarangan Pakai Lampu Hazard, Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

Jangan Sembarangan Pakai Lampu HazardJangan Sembarangan Pakai Lampu Hazard (Lifepal)

Masih pengguna kendaraan bermotor yang salah memahami fungsi sebenarnya fungsi lampu hazard. Padahal, lampu hazard hanya boleh digunakan ketika saat-saat tertentu saja.

Lampu hazard yang diaktifkan melalui tombol segitiga merah adalah lampu kedip yang memberikan tanda darurat kepada pengguna jalan lain. Lampu hazard bisa menandakan kepada pengemudi lain bahwa mobil sedang bermasalah atau dalam kondisi terdesak.

Menurut Benny Fajarai selaku Co-Founder dan GM Lifepal, berikut kumpulan salah kaprah soal penggunaan lampu hazard.

Pakai Lampu Hazard Saat Hujan Deras

Penggunaan lampu hazard saat hujan deras dapat membingungkan pengemudi lain. Mereka bisa saja mengira mobil Anda sedang berhenti atau mengalami masalah. Sebaiknya, Anda hanya menyalakan lampu depan atau lampu kabut untuk meningkatkan visibilitas.

Lampu Hazard Sebagai Tanda Lurus di Persimpangan Jalan

Menggunakan lampu hazard sebagai tanda akan berjalan lurus di persimpangan jalan bisa membuat pengemudi lain mungkin akan merasa kebingungan dengan maksud mereka dan bisa menyebabkan kecelakaan. Cukup pertahankan laju kendaraan tanpa perlu menyalakan lampu hazard.

Menyalakan Lampu Hazard di Lorong Gelap

Menyalakan lampu hazard di lorong bisa menimbulkan pengendara lain kebingungan. Cukup menyalakan lampu utama mobil untuk memberikan penerangan yang memadai tanpa menyebabkan salah paham.

Memakai Lampu Hazard saat Berkabut

Lampu hazard yang berkedip-kedip saat berkabut bisa mengganggu konsentrasi pengemudi lain dan menimbulkan salah tafsir. Sebaiknya, gunakan lampu kabut atau lampu utama kendaraan untuk membantu visibilitas tanpa menyalakan lampu hazard.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *