Mercedes-Benz Bakal Kucurkan Banyak Dana untuk Pengembangan Mesin Bensin

Mercedes-Benz CLE 300 Resmi Meluncur, Harga Rp 1,8 MiliarIlustrasi Mercedes-Benz

Mercedes-Benz kini siap berinvestasi lagi untuk pengembangan mesin bensin, sebelumnya perusahaan asal Jerman tersebut terlihat begitu berambisi dengan mobil listrik.

Dilansir Motor1, hal tersebut disampaikan langsung oleh Ola Kallenius selaku CEO Mercedes-Benz. Kepada Wirtschaftswoche, Ola mengaku teknologi ICE (Internal Combustion Engine) masih bertahan hingga 2030-an. Untuk memastikan mesin bensin sanggup memenuhi regulasi yang semakin ketat, Tahun ini saja Mercedes mengeluarkan dana 15 miliar rupiah untuk divisi mobil penumpang saja.

Dana tersebut dihabiskan untuk pengembangan pembakaran berteknologi tinggi, serta elektrifikasi dan digitalisasi. Belum diketahui berapa dana pastinya Mercedes menghabiskan dana untuk pengembangan ICE, yang pasti lebih banyak dari yang direncanakan sebelumnya.

Investasi Mesin Bensin Mercedes

Ola menyebutkan bocoran soal S-Class dan model lainnya yang akan mendapatkan pembaruan pada 2026. “Kami investasi lebih banyak di pembaruan model pada mesin bensin S-Class dibanding facelift biasa. Tujuan dari Mercedes adalah mencapai tingkat teknologi tertinggi,” ungkap Ola. “Tanpa menghabiskan dana untuk pengembangan mesin konvensional, bisnis Mercedes bisa terhambat pada 2027 atau 2028,” tambah Ola.

Regulasi yang dimaksud adalah Euro 7 atau regulasi China 7 yang membuat mesin harus memiliki emisi lebih bersih. Mercedes mengakui mesin di masa depan akan mengadopsi elektrifikasi sampai batas tertentu, sehingga akan semakin banyak pilihan hybrid nantinya.

Proses transisi ke kendaraan elektrik tidak berjalan mulus. Tiga tahun lalu, Mercedes menyebutkan 50 persen penjualan tahunan pada 2025 didominasi oleh plug-in hybrid dan listrik sepenuhnya. Namun, hal tersebut sepertinya tidak akan tercapai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *